Published 13 Juli 2026 in digitaltransformation
Kunjungan Dayadidik ke SMP Katolik Sang Timur Pasuruan
Tim Dayadidik

Ada sekolah yang tidak menunggu disuruh berubah.
Mereka sudah bergerak lebih dulu, sudah punya arah dan sedang mencari cara untuk melangkah lebih jauh.
Kemarin kami berkunjung ke SMP Katolik Sang Timur Pasuruan. Kami datang dan saling bercerita, tapi semakin kami bercerita, semakin terasa ada yang selaras. Seolah arah yang ingin mereka tuju dan jalan yang kami bangun, sebenarnya menuju tempat yang sama.
Diskusi berjalan hangat dan terbuka. Ada satu pertanyaan dari mereka yang ternyata sama-sama kami pegang sejak awal, "Bagaimana sebuah sekolah bisa benar-benar melayani murid, guru, dan orang tuanya dengan lebih baik."
Sudah saatnya guru dan orang tua punya lebih banyak waktu untuk mendidik, bukan untuk mengurus administrasi ataupun melihat selembar nilai. Tapi waktu untuk mengenal anak secara utuh. Dan murid yang tumbuh nyaman, melihat masa depannya dengan lebih jelas.
Inilah yang kami sebut Melihat Secara Keseluruhan/See Different.
Mengenali anak bukan hanya dari angka, tapi dari siapa mereka sebenarnya. Itulah salah satu yang kami bangun lewat Personal Performance Record (PPR): membaca setiap murid dari sisi akademik, bakat, dan karakter.
Untuk Suster Helaria dan seluruh keluarga besar SMP Katolik Sang Timur Pasuruan, terima kasih telah membuka pintu. Bukan hanya untuk berbagi cerita, tapi juga kepercayaan.
Kami tidak akan melupakannya.
Dari Malang ke Pasuruan.
Satu per satu, sekolah yang memilih untuk melihat anak secara utuh.